0 Comments
Setiap bangunan memerlukan fondasi yang baik—begitu juga dengan bangunan hidup Anda. Pelajaran-pelajaran dalam program ini adalah “batu fondasi” yang di atasnya Anda dapat membangun rumah dari kehidupan kekristenan Anda.
Setiap batu fondasi mengupas bidang iman, pengetahuan Alkitab atau pengetahuan praktikal, dan hendaknya membawa perubahan yang positif dalam hidup Anda. Perubahan-perubahan ini tidak hanya bermaanfaat bagi Anda tetapi juga bagi mereka yang Anda kasihi, memperlengkapi Anda untuk menolong orang lain.
Kisahnya tentang seorang pendeta yang merasa terganggu melihat seorang bapak tua berpakaian compang-camping datang ke gereja setiap siang, kemudian pergi setelah beberapa menit. Apakah gerangan yang dilakukannya? Pak pendeta memberi tahu penjaga gereja dan memintanya untuk menanyai orang tua itu. Lagipula, ada banyak barang-barang berharga di tempat itu. “Bapak datang untuk berdoa,” kata si bapak tua ketika ditanyai. “Ah yang benar saja,” kata penjaga gereja. “Bapak tidak tinggal di gereja cukup lama untuk berdoa.” “Begini,” katanya, “bapak tidak bisa berdoa panjang-panjang, tetapi setiap hari jam 12.00 bapak datang ke sini dan berkata, ‘Yesus, ini aku Jim’. Setelah itu bapak menunggu sebentar kemudian pergi. Memang doa itu singkat, tetapi bapak yakin Ia mendengar doa bapak.” Keetika Jim terluka dan harus dirawat di rumah sakit, ia membawa pengaruh yang luar biasa di tempat itu. Pasien-pasien yang biasanya terus menerus meng gerutu menjadi lebih gembira dan sering terdengar gelak tawa dari bangsal itu. “Pak Jim,” sapa salah seorang perawat, “saya dengan bapak yang menyebabkan perubahan suasana di sini. Katanya bapak selalu gembira.” “Mungkin ada benarnya, suster,” kata Jim, “bapak memang selalu gembira. Semua itu kerena tamu bapak yang membuat bapak gembira setiap hari.” “Tamu?” tanya suster bingung. Kursi di sisi pem baringan Jim selalu kosong pada jam-jam kunjungan, karena memang Jim hidup sebatang kara, tanpa sanak saudara. “Tamu bapak? Kapan datangnya?” “Setiap hari,” jawab Jim. Matanya berbinar-binar. “Benar, setiap hari jam 12, Dia datang dan berdiri di ujung tempat tidur. Bapak melihat Dia dan Dia tersenyum kemudian berkata, ‘Jim, ini aku Yesus’.” Story courtesy of Activated magazine. Used by permission. Header image designed by Freepik (man) and Vectorpocket/Freepik (background)
Target: Mengembangkan kebiasaan memuji dan berdoa!
12 FOUNDATION STONES – PELAJARAN 3A (Untuk Anak Yang Lebih Kecil): Doa - Prinsip Dan Penerapan7/28/2023
|
Categories
All
Archives
February 2026
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


RSS Feed